Pencarian

H. HERMAN, NAHKODA BARU YANG MEMBAWA HARAPAN DAN OPTIMISME MENUJU KEBANGKITAN GOLKAR INHIL

TEMBILAHAN, POJOK. CO - Terpilihnya H. Herman, SE., MT. sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Inhil pada Selasa (22/09/2029), menjadi momentum baru bagi perjalanan organisasi Partai Golkar di Kabupaten Indragiri Hilir.

H. Herman kini dipercaya menjadi nahkoda yang diharapkan mampu membawa seluruh elemen Partai Golkar Inhil berlayar dalam satu arah perjuangan. Bukan sekadar pergantian kepemimpinan, momentum ini juga membawa harapan baru untuk memperkuat konsolidasi, merajut kembali soliditas kader, memperkuat struktur organisasi, serta mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Partai Golkar dan organisasi sayapnya.

Bagi DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Indragiri Hilir, kepemimpinan H. Herman harus diterjemahkan sebagai energi baru untuk melakukan pembenahan dan penguatan organisasi secara menyeluruh.

AMPI Inhil memandang tantangan terbesar kepemimpinan H. Herman ke depan bukan hanya bagaimana mempertahankan eksistensi Partai Golkar, tetapi bagaimana mengonsolidasikan seluruh kader, mengkolaborasikan kekuatan lintas generasi, serta memaksimalkan seluruh organisasi sayap yang menjadi bagian penting dari keluarga besar Partai Golkar.

Plt Sekretaris DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), David Aqmal, memandang tantangan H. Herman ke depan adalah bagaimana membangun konsolidasi yang kuat serta mengkolaborasikan seluruh potensi kader yang dimiliki Partai Golkar.

Menurut David, Partai Golkar memiliki kekuatan besar yang tidak hanya berasal dari struktur partai, tetapi juga dari keberadaan organisasi sayap dan seluruh elemen kader yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan partai.

“Ke depan tantangan H. Herman adalah bagaimana mengkonsolidasikan seluruh kader, mengkolaborasikan kekuatan yang ada, serta memaksimalkan seluruh Perangkat Partai salah satunya organisasi sayap Partai Golkar. Semua harus bergerak dalam satu semangat untuk membesarkan partai,” ujar David.

Ia menilai kekuatan Golkar kedepan juga terletak pada perpaduan antara kader senior dan kader muda. Kader senior, kata dia, memiliki pengalaman dan rekam jejak yang menjadi modal penting bagi partai. Sementara kader muda merupakan energi baru yang membawa gagasan, kreativitas, dan harapan bagi masa depan partai.

“Golkar punya kader senior yang menjanjikan pengalaman dan kader muda yang menjanjikan masa depan. Kalau dua kekuatan ini dikolaborasikan dengan baik, tentu akan menjadi energi besar bagi partai,” katanya.

David menegaskan, konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan secara struktural, tetapi harus mampu membangun rasa memiliki dan kebersamaan di antara seluruh kader. Organisasi sayap juga harus diberikan ruang untuk berkontribusi kepada karya dan kekaryaan sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing.

“Jangan sampai ada kekuatan yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus dirangkul, dikolaborasikan dan diberikan ruang untuk bekerja. Senior memberikan pengalaman, anak muda memberikan energi dan gagasan. Ini yang harus menjadi kekuatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, David menyampaikan pandangan yang cukup tegas mengenai komitmen kader terhadap Partai Golkar. Menurutnya, berada di dalam partai harus disertai dengan kemauan untuk berkontribusi dan membesarkan partai.

Kader senior memiliki pengalaman, pengetahuan dan rekam jejak organisasi yang menjadi modal berharga. Sementara kader muda membawa energi, kreativitas, keberanian, gagasan serta perspektif baru yang dibutuhkan untuk menjawab perubahan zaman.

Karena itu, kedua kekuatan tersebut tidak semestinya dipertentangkan, tetapi harus dipertemukan dalam satu meja perjuangan.

Kader senior menjanjikan pengalaman, sementara kader muda menjanjikan masa depan. Keduanya harus berjalan bersama untuk membangun Partai Golkar Inhil yang semakin kuat, solid dan relevan dengan masyarakat.

David menambahkan, konsolidasi juga harus dilakukan sampai ke tingkat struktur Paling Bawah, Menurutnya, kekuatan Partai Golkar tidak cukup hanya terlihat di tingkat elite atau kepengurusan, tetapi harus terasa hingga ke akar rumput.

H. HERMAN DAN PESAN TEGAS TENTANG KOMITMEN KADER

Sementara itu, H. Herman dalam pernyataan awal setelah terpilih telah menegaskan bahwa membesarkan Partai Golkar membutuhkan kesamaan visi, loyalitas dan komitmen seluruh kader.

Ia bahkan menyampaikan pesan tegas bahwa mereka yang tidak memiliki komitmen untuk membesarkan partai sebaiknya tidak berada di dalam barisan.

“Kami membutuhkan orang-orang yang memiliki visi yang sama: membesarkan Golkar ini. Kami tidak ingin di dalam tubuh partai justru ada yang menjadi benalu.”

Bagi AMPI Inhil, pesan tersebut harus dipahami sebagai ajakan untuk memperkuat komitmen dan budaya kerja organisasi.

David mengatakan, menjadi kader Partai Golkar bukan hanya tentang identitas atau status, tetapi juga tentang kontribusi nyata.

“Kalau seseorang memilih berada di dalam rumah besar Pohon Beringin ini, maka harus punya niat untuk membesarkan rumah itu. Jangan hanya mengambil manfaat dari partai, tetapi tidak memberikan kontribusi. Karena partai membutuhkan kader yang mau bekerja,” ujar David .

Namun demikian, ia menekankan bahwa ketegasan tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan semangat merangkul dan membuka ruang komunikasi.

“Ketegasan dan rekonsiliasi harus berjalan bersama. Kita tidak ingin lagi melihat kubu-kubuan. Setelah Musda selesai, semua harus kembali menjadi satu keluarga besar. Perbedaan dalam proses organisasi adalah hal biasa, tetapi setelah keputusan diambil, yang harus kita kedepankan adalah kepentingan Partai Golkar,” tambahnya.

MEMBANGUN GOLKAR DENGAN KERJA, BUKAN SEKADAR WACANA

David berharap kepemimpinan H. Herman mampu menghadirkan pola kerja organisasi yang lebih terbuka, kolaboratif dan terukur.

Menurutnya, Golkar Inhil membutuhkan konsolidasi yang bukan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan kerja nyata di lapangan.

“Kita ingin melihat konsolidasi yang nyata. Struktur diperkuat, kader diperbanyak, organisasi sayap diberdayakan, generasi muda diberikan ruang, kader senior dilibatkan, dan seluruh elemen bergerak dalam satu garis perjuangan. Jangan hanya bicara tentang kebesaran Golkar, tetapi mari kita buktikan melalui kerja,” ujar David.

Ia juga menegaskan bahwa AMPI Inhil siap menjadi bagian dari proses tersebut.

“AMPI siap mengambil bagian. Kami ingin menjadi bagian dari energi baru Golkar Inhil. Anak muda jangan hanya diminta hadir ketika dibutuhkan, tetapi harus diberikan ruang untuk berpikir, bekerja dan berkontribusi untuk berkarya dan berdampak, Regenerasi bukan sekadar mengganti orang, tetapi menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi,” tutup David.

Dengan kepemimpinan H. Herman, Golkar Inhil memasuki fase baru. Tantangannya kini bukan lagi sekadar siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh kader mampu menjadikan kepemimpinan tersebut sebagai titik awal untuk membangun organisasi yang lebih solid, inklusif dan berorientasi pada karya dan kekaryaan.

H. Herman menjadi nahkoda. Kader senior menjadi kompas pengalaman. Generasi muda menjadi energi masa depan. Organisasi sayap menjadi kekuatan penggerak. Dan seluruh kader harus menjadi satu barisan untuk membawa Partai Golkar Inhil terus bertumbuh dan bekerja pada karya kekaryaan untuk masyarakat.