INHIL, POJOK.CO – Musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Bom, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu siang (8/4/2026), menghanguskan sekitar ±106 unit rumah warga. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Di tengah situasi darurat tersebut, warga juga dihadapkan pada persoalan lain, yakni padamnya aliran listrik yang dinilai berlangsung cukup lama.
Sejumlah warga menilai penanganan dari pihak PLN UP3 Rengat terkesan lamban sehingga kondisi gelap gulita pada malam hari semakin menyulitkan proses evakuasi, pencarian barang, serta penyaluran bantuan kepada para korban.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat memberikan klarifikasi resmi terkait pemadaman listrik yang terjadi sesaat setelah kebakaran.
Manager PLN UP3 Rengat, Tatok Winarko, menyampaikan rasa simpati dan duka mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga Pulau Kijang.
Menurutnya, pemadaman listrik dilakukan sebagai langkah keselamatan sesuai prosedur operasional standar (SOP) untuk mencegah potensi bahaya yang lebih besar.
“Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi kebakaran hebat, aliran listrik harus segera diputus untuk mencegah korsleting listrik yang dapat memperluas titik api atau membahayakan warga serta petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas di lapangan,” jelas Tatok.
Ia juga menjelaskan bahwa secara operasional wilayah Pulau Kijang berada di bawah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Enok, namun pihak PLN UP3 Rengat tetap turun langsung memantau proses pemulihan.
“Kami memahami kecemasan masyarakat. Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan tim teknis di ULP Kuala Enok untuk memetakan infrastruktur kelistrikan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran,” ujarnya.
Saat ini tim teknis PLN di lapangan tengah melakukan lokalisir area terdampak, termasuk mengamankan kabel dan tiang listrik yang terbakar serta memastikan wilayah yang tidak terdampak dapat kembali memperoleh suplai listrik secara bertahap.
Selain itu, PLN juga sedang menyiapkan penerangan sementara di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas warga dan proses penanganan pasca kebakaran.
PLN UP3 Rengat turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan setelah musibah. Warga diminta memastikan instalasi listrik di rumah masing-masing dalam kondisi aman sebelum kembali digunakan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses pemulihan ini. PLN akan berupaya semaksimal mungkin agar penerangan di Pulau Kijang dapat segera kembali normal sehingga dapat membantu proses evakuasi dan pemulihan aktivitas masyarakat,” tutup Tatok Winarko.
Sementara itu, masyarakat berharap pihak PLN dapat segera mempercepat pemulihan listrik, terutama di wilayah yang tidak terdampak langsung oleh kebakaran, agar proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih optimal.
(***)

