PEKANBARU, POJOK.CO — Ratusan pengungsi etnis Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kantor International Organization for Migration (IOM), Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/1/2026).
Para pengungsi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah serta lembaga internasional yang selama ini menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Dalam orasinya, para pengungsi menyampaikan keluhan terkait kondisi kehidupan yang dinilai semakin sulit akibat berkurangnya bantuan biaya hidup yang diterima setiap bulan. Keterbatasan akses kerja dan pendidikan membuat mereka sepenuhnya bergantung pada bantuan tersebut.
Saat ini, bantuan yang diterima pengungsi dewasa sebesar Rp1 juta per bulan. Sementara pengungsi yang sudah berkeluarga memperoleh Rp1,7 juta per bulan, dan keluarga yang telah memiliki anak menerima bantuan sebesar Rp2,3 juta per bulan.
Menurut para pengungsi, nominal tersebut tidak sebanding dengan meningkatnya biaya kebutuhan pokok, terutama untuk pangan, kesehatan, serta kebutuhan anak-anak. Mereka berharap adanya penyesuaian bantuan agar dapat memenuhi standar hidup layak selama berada di Indonesia sebagai negara transit.
Selain menuntut kenaikan bantuan bulanan, massa aksi juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya. Mereka meminta pemerintah dan lembaga terkait memberikan pendidikan gratis hingga tahun 2026.
“Anak-anak kami membutuhkan sekolah. Pendidikan adalah satu-satunya harapan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu perwakilan pengungsi dalam aksi tersebut.
Aksi ini juga menyoroti tantangan kemanusiaan yang dihadapi pengungsi Rohingya di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari keterbatasan fasilitas, akses layanan publik, hingga ketergantungan pada bantuan internasional.
Pihak berwenang setempat menyatakan telah menerima aspirasi para pengungsi dan akan menyampaikannya kepada instansi terkait. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan ketertiban, sekaligus memastikan pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam penanganan isu pengungsi.
Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi terpantau kondusif dikawal aparat keamanan. Para pengungsi berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian serius, khususnya terkait peningkatan bantuan dan jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak Rohingya di Indonesia.
Penulis : AY
