Pencarian

Bareskrim Telusuri Asal Kayu Gelondongan Penyebab Banjir Bandang Sumatera

JAKARTA, POJOK.CO – Bareskrim Polri bersama Kementerian Kehutanan berhasil mengidentifikasi jenis kayu gelondongan yang hanyut saat banjir bandang di Sungai Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari hasil penyelidikan awal, kayu yang ditemukan di antaranya berasal dari pohon karet, meranti, ketapang durian, dan bayur.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni mengungkapkan, dua jenis kayu yakni karet dan bayur memiliki kemiripan dengan vegetasi yang berasal dari lahan bukaan PT TBS, perusahaan yang beroperasi di kawasan perbukitan Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga. Penyidik telah meminta keterangan pihak perusahaan terkait temuan tersebut.

“Ada dua yang identik, kayu karet dan bayur,” kata Irhamni di Tapanuli Selatan, Selasa (9/12/2025).

Dengan bukti awal yang dinilai cukup, Bareskrim telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. Kayu-kayu gelondongan tersebut sebelumnya menyumbat aliran Sungai Garoga di dua jembatan yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Akibatnya, aliran sungai meluap dan menghantam permukiman warga hingga menyebabkan kedua jembatan ambruk.
Bencana tersebut berdampak besar terhadap masyarakat. Sebanyak 115 rumah warga hanyut dan 51 rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Total 735 jiwa atau 190 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Korban meninggal dunia tercatat 47 orang, berasal dari Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, serta Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah.

Dalam proses identifikasi, tim penyidik mengelompokkan kayu berdasarkan karakteristiknya, mulai dari kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut menggunakan alat berat, kayu yang tercabut akibat longsor, hingga kayu hasil pengangkutan. Sebanyak 27 sampel kayu telah diamankan dari lokasi kejadian, dan area tersebut dipasangi garis polisi.

Irhamni menambahkan, dugaan awal mengarah pada aktivitas penebangan ilegal atau land clearing di sekitar DAS Garoga pada kilometer 6 dan 8 yang diduga memicu terbawanya kayu gelondongan saat banjir. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah membentuk satuan tugas gabungan untuk menelusuri asal-usul kayu serta memastikan adanya potensi pelanggaran hukum di bidang kehutanan dan tata kelola lahan.

Pemerintah dan kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara tuntas guna mencegah kejadian serupa serta menjaga kelestarian lingkungan. Proses penyidikan masih terus berjalan.

(***)