SIAK, POJOK.CO– Sekitar 15 hektare hutan yang berada di kawasan tengah Kota Siak, Kabupaten Siak, telah dibabat. Kondisi ini membuat penghijauan di pusat kota semakin menyusut dan memicu kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan.
Lahan yang dibuka tersebut berada di antara Jalan Raja Kecik dan kawasan Balai Kayang. Lokasinya membentang sejajar dengan komplek Abdi Praja, rumah dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga pimpinan DPRD Siak, serta jalur menuju RSUD Tengku Rafian Ahmad Siak.
Sebelumnya, kawasan ini dikenal sebagai hutan kota yang ditumbuhi semak belukar dan sejumlah pohon berukuran besar. Selain menjadi paru-paru kota, area tersebut juga menjadi habitat bagi satwa liar seperti monyet yang kerap terlihat di sekitar lokasi. Keberadaan hutan ini turut memberikan kesejukan dan memperindah wajah Kota Siak.
Namun, sejak dilakukan pembabatan, kondisi kawasan berubah drastis. Lahan yang sebelumnya hijau kini tampak gersang dan terbuka. Hilangnya vegetasi membuat suhu di sekitar lokasi dirasakan meningkat oleh warga setempat.
“Dulu di sini rindang dan sejuk, sekarang jadi panas. Monyet-monyet juga sering masuk ke permukiman warga,” ujar salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Siak, Minggu 19 April 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menilai pembukaan lahan tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan lingkungan sekitar, termasuk meningkatnya potensi gangguan dari satwa liar.
Di lokasi, terlihat sebuah plang yang bertuliskan lahan tersebut merupakan milik PT Ikadaya Yakin Mandiri dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Meski demikian, belum diketahui secara pasti peruntukan pembukaan lahan tersebut, apakah untuk pembangunan kawasan tertentu atau kegiatan lainnya.
Sumber : Riauonline
