MerahPutih.com – Direktur Eksekutif Tjokroaminoto Institute Afrifan Eldo Yura menilai bahwa pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang menyebut ayahnya lebih berjasa dari Nabi Muhammad SAW adalah ucapan yang keliru.

Eldo beranggapan, ungkapan Sukmawati bisa membuat gaduh suasana.

“Jika benar dengan apa yang tersebar anak seorang proklamator bermaksud menyatakan Bung Karno lebih berjasa dari Nabi Muhammad di abad 20 itu sangat amat keliru karena menjadi gaduh di tengah kebangsaan kita,” ujar Eldo kepada merahputih.com di Jakarta, Sabtu (16/11).

Soekarno, tambah Eldo, merupakan salah seorang murid pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto. Tjokroaminoto banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW, lalu mengajarkan kembali nilai-nilai tersebut kepada Soekarno.

Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama Indonesia Sukarno. (MP/Rina Garmina)
Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama Indonesia Sukarno. (MP/Rina Garmina)

“Nah, kenapa bisa Sukmawati mengambil kesimpulan jika Soekarno lebih berjasa dibandingkan Nabi Muhammad dalam memerdekakan bangsa ini. Mungkin ada penjelasan lainnya dari beliau yang kita belum ketahui, sebaiknya jangan suuzon terlebih dahulu,” jelas Eldo.

Eldo mengatakan, semua pemikiran Soekarno waktu itu banyak berasal dari pemikiran Tjokroaminoto dan Tjokroaminoto sendiri pemikirannya banyak terinspirasi dari nabi Muhammad SAW.

“Buktinya beliau menulis buku Islam dan sosialisme sebagai landasan bergeraknya dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Tjokroaminoto Institute, menurut Eldo akan terlebih dahulu bertabayun mengenai pernyataan Sukmawati.

“Kami meminta kepada seluruh pihak untuk tidak berburuk sangka terlebih dahulu dan sebagai lembaga kajian terhadap pemikiran Tjokroaminoto beserta pemikiran tokoh dan para pahlawan kami siap untuk membuatkan diskusi sekaligus bertabbayun terhadap ucapan beliau (Sukmawati),” tutup Eldo.

Sebelumnya, Putri Presiden RI pertama Soekarno Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan penistaan agama oleh seorang warga pada Jumat (15/11), sekitar pukul 22.00 WIB.

Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Ditreskrimum dengan dugaan penistaan agama dalam Pasal 156a KUHP. Sukmawati dilaporkan karena membandingkan terkait siapa yang lebih hebat antara Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya pada abad ke-20. (Knu)

sumber: merahputih.com